Anak adalah titipan, ada amanah didalamnya
mengalir dua darah yang berbeda
ketika titipan itu berhaluan, SMAK lah tempatnya menepi
ketika sauh dibuang, bunyi jangkar menyadarkanku
kuterpejam sejenak, kutatap dengan mata telanjangku
tulisan Eqi mengajakku ke alam bawah
24 tahun lalu alunan cinta mengalir
Dian Pisesa mengusik hatiku, semalaman lagu itu tertiup
sejak pertemuan Kuta Paradiso
saling berbalas dan telponan
kupetik untuk cintaku
tak pernah padam untuknya
"Aku masih... seperti yang dulu
Menunggunmu sampai akhir hidupku
Kesetiaanku tak luntur Hati pun rela berkorban
Demi keutuhan kau dan aku" tulisku di layar HP
tangan tak bertepuk angin, berbalas dengan ...
"Biarkanlah aku memiliki Semua cinta yang ada di hatimu
Apa pun kan ku berikan Cinta dan kerinduan
Untukmu... dambaan hatiku..."
dibalik selimut aku dirangkul
Ummi, istri yang menyayangiku
mencintaiku dan mengasihiku
pelabuhan hatiku sepenuh hati, lahir dan batin
Aku semakin tenggelamdalam selimut cinta,
rangkulan Ummi semakin kokoh seolah tak berpisah
kenapa dia datang kala telah terjadi
kupungkas tulisan, dan kujawab
"Malam ini.... tak ingin aku sendiri
Ku cari damai bersama bayanganmu.. .
Hangat pelukan yang masih kurasa
Kau kasih... kau sayang..."
Akankah putri kecilku menuainya ?
SAKMA - SMAK mengekstraknya
empat tahun harus dia lalui
semoga cintanya tidak sepertiku
kuberserah diri padamu ya Robbi
lindungi Anakku, berikanlah kekuatan
jauhkanlah dari godaan yang tidak mampu dia pikul
sujudku hanya untukMu

AUS@Chlorida
SAKMA-1985
