Alkisah dahulu kala di adakan pertandingan menyeberangi air terjun Niagara …. Semua peserta harus menyeberangi dengan seutas tari dan sebatang tiang pengaman..
Banyak peserta yang mencoba namun gagal sebelum sampai di pertengahan jalan ….. adalah seoarang peserta dengan pengalaman dan kepiawannya berjalan dengan perlahan dan pasti dan akhirnya mencapai garis finish di seberang air terjun dan semua orang bertepuk tangan.
Saat setelah sampai di seberang peserta ini menawarkan diri kepada penonton untuk mau di bawa menyeberang lagi tapi tak seorang pun yang mau karena takut tapi tiba-tiba seoarng anak kecil mengacungkan tangannya untuk setuju ikut tawan peserta tadi ….. semua penonton melihat ke anak tersebut..
Akhirnya di mulailah perjalan menyeberangi kembali air terjun tersebut dengan penuh keyakinan peserta tesbebut dengan anak kecil yang di bawa tersebut menyeberangi air terjun Niagara … dan akhirnya mereka tiba dengan selamat di seberang air terjun …semua penonton bertepuk tangan …. Dan seoarang wartawan bertanya kepada anak tersebut “ hai nak kenapa kamu tidak takut di bawa oleh bapak tersebut ….?” Dengan santai anak itu berkata kenapa aku harus takut ….? “Dia adalah bapak saya dengan singkat”
Nah disinilah perbedaan yang sangat signifikan antara percaya dan mempercayakan ……. Nah sikap penonton tadi merupakan percaya …. Kalau si peserta tadi mampu menyeberangi air terjun Niagara….. sedangkan ke ikut sertaan anak di atas pundaknya adalah mempercayakan .
Sama halnya dengan manusia kita hanya berada pada tingkat percaya kepada Tuhan sang pencipta , namun tidak bersedia mepercayakan diri kita secara total dan secara iman kepadaNya.
Jadi …jika hidup hanya sekedar percaya berarti menunjukkan penyerahan diri yang tidak tidak lengkap dengan apa yang kita percaya (Tuhan).Di samping itu hidup yang mempercayakan memiliki tuntutan untuk kontribusi terhadap yang di pervaya tersebut.
Dalam kehidupan spiritual, mempercayakan diri kepada Sang Pencipta berarti sadar bahwa hanya yang maha Kuasa …. Maha tahu….. maha Besar. Mempercayakn diri kepada Sang Pencipta berarti mengenal Dia melalui kehidupan beribadah yang baik, membaca kitab suci, beramal kepada sesama, dsb.
Kita harus seperti anak kecil tersebut di atas bukan sekedar percaya aja tapi mempercayakan secara total kehidpan kita ini kepada sang pencipta Alam semesta ini sehingga ketika mengalami pergumulan hidup kita tahu kemana kita akan mempercayakan masalah itu ketiaka kita percaya bahwa kita dapat menyelesaikannya .
"mayoye Yoye"
